PBSI Renovasi Pelatnas Bulu Tangkis Usai Indonesia Open 2017

By | June 26, 2017

Penampilan kurang baik banyak ditampilkan oleh pemain dari Indonesia di ajang Indonesia Open 2017, bahkan pemain ganda putra tidak menunjukkan  performa yang baik, sehingga membuat PBSI nampaknya harus melakukan Renovasi pelatnas bulu tangkis.

 

Penyebab renovasi pelatnas bulu tangkis akibat hasil kurang baik di Indonesia open 2017

Berbagai spekulasi mencuat seiring dengan rencana PBSI yang ingin melakukan renovasi pelatnas bulu tangkis usai Indonesia Open 2017. Bahkan banyak yang menduga, renovasi dewa poker dilakukan karena hasil yang ditunjukkan Indonesia pada turnamen Indonesia Open sebagai tuan rumah belakangan ini kurang baik. Namun PP PBSI berdalih bahwa renovasi Pelatnas memang telah menjadi fokus dari kerja mereka bahkan jauh sebelum diselenggarakannya Indonesia Open 2017, sehingga tidak ada kaitannya dengan hasil yang kurang memuaskan dari pemain bulu tangkis Indonesia di JCC senayan.

 

Dalam ajang Indonesia Open 2017, PBSI hanya meloloskan 4 wakil kebabak perempatfinal, bahkan dalam proses menuju babak final hanya tersisa Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang mampu melaju ke final dan sukses meraih gelar juara usai menang telak saat melawan pasangan dari China.

 

Saat dimintai keterangannya, Wiranto sebagai ketum PP PBSI menyebutkan bahwa PBSI akan merenovasi pelatnas yang telah dibangun sejak tahun 1982 namun belum pernah mendapat perubahan. PBSI memberikan kejelasan bahwa melakukan renovasi terhadap pelatnas bulu tangkis memang telah masuk dalam rencana kerja dari PP PBSI pada periode 2016-2020. Dengan begitu sangat jelas rencana tersebut telah dibuat jauh sebelum Indonesia open 2017 bergulir hingga mengantarkan merah putih meraih gelar juara dari pasangan Owi dan Butet.

 

Fasilitas memang menjadi fokus kerja Dari kepengurusan PBSI, namun mengenai kapan renovasi tersebut akan dilaksanakan Ricky Soebagdja dari kasubbid humas PBSI menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa untuk menyampaikannya. Mengenai tentang evaluasi untuk para pemain di Indonesia Open, peraih medali emas di onlinpiade 1996 Atalanta tersebut juga tidak ingin memberikan penjelasan. Sebab menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan dari pihak bidang dari pembinaan dan prestasi PBSI yaitu Susy Susanti.

 

Target awal dari PBSI ialah meraih gelar juara Indonesia Open pada sektor ganda putra namun target tidak terpenuhi sebab Kevin mengalami cedera bahkan Angga dan Ricky dikalahkan oleh rekannya sendiri rian dan Fajar, padahal Rian/Fajar merupakan pemain baru. Dan harapan PBSI hanya bertumpu pada Owi/Butet karena kelasnya memang sangat layak untuk menjadi juara.

 

Penurunan performa Ricky/Angga di Indonesia open jadi perhatian pelatih

Herry Iman Pierngadi sebagai pelatih dari sektor ganda putra sangat menyoroti hasil dari performa Ricky/Angga saat bermain di ajang Turnamen Indonesia Open 2017. Menurut Herry kualitas Ricky/Angga sangat menurun begitu drastis. Bahkan Ricky/Angga tidak mampu berbuat banyak di anjang Indonesia Open 2017, pasangan Ricky/Angga ditempatkan sebagai pemain unggulan kedelapan namun hanya sampai pada babak kedua.

 

Ricky/Angga tersingkir usai dikalahkan oleh junior mereka, yaitu Rian/Fajar di babak kedua. Rian/Fajar sama sekali tidak diunggulkan namun mampu menunjukkan kemampuan mereka dengan mengalahkan seniornya. Ricky/Angga harus takluk dengan nilai 17-21, 21-17 dan 15-21.

 

Melihat hasil tersebut, maka sangat diluar dugaan semua pihak. Karena Ricky/Angga sangat di unggulkan bahkan ditargetkan akan melaju minimal hingga perempatfinal. Herry menjelaskan bahwa masalah utama membuat penampilan keduanya merosot ialah Motivasi, Ricky/Angga dinilai kurang berkembang sehingga telah dilewati oleh juniornya Kevin/Markus dan Fajar/Rian hingga harus dilakukan renovasi Pelatnas.